MAKALAH TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER
TUGAS Bhs. INDONESIA
· Nama : MAISA
LUTHFIAH TSARA
· Kelas : IX
(Sembilan)
· MTs.S PERSIS
51 PAMANUKAN

BAB I
PENDAHULUAN
1. LatarBelakang.
Saat
ini Negara Indonesia sedang menghadapi berbagai macam permasalahan penyimpangan
perilaku baik yang dilakukan oleh kalangan remaja maupun yang melibatkan para
pemimpin bangsa, sebut saja tawuran antar pelajar, kurang pekanya generasi muda
terhadap lingkungan sekitar, anarkisme geng motor, atau yang lebih
kompleks yaitu korupsi yang tumbuh subur, sampai masalah kedisiplinan yang
semakin lemah. Ini menjadi fakta yang tidak terbantahkan, celakanya sebagian
besar korupsi melibatkan para politisi yang notabene nya kaum terdidik.
Permasalahan
yang terjadi akhir-akhir ini di Negara kita sebenarnya tidak lepas dari
persoalan “Karakter”. Pendidikan karakter yang seharusnya didapatkan sejak masa
kanak- kanak, malah membuat anak tersebut menyimpang dari apa yang
diharapkan. Hal ini seiring dengan kecenderungan bahwa seorang remaja yang
sedang mencari identitas diri, selalu mencari hal- hal baru, ditambah
lagi dengan pengaruh kebudayaan asing yang sangat kuat mempengaruhi generasi
muda, hal ini dapat membuat mereka terjerumus lebih dalam kepada hal- hal
negatif. Pada tahap ini, orang tua dan pendidik berperan penting dalam memberi
pendidikan dan pengawasan kepada anak tersebut. Sebagai seorang pengamat
pendidikan, tentunya kami tidak akan berpangku tangan melihat kondisi generasi
muda di Indonesia saat ini. Tindakan Pemerintah yang dianggap acuh tak acuh
dengan kondisi generasi muda di Indonesia, sempat membuat masyarakat berang.
Realitas
ini pada akhirnya menggugah kami melalui karya tulis ilmiah ini untuk kembali
menghidupkan nilai-nilai pendidikan karakter yang dirasa saat ini mulai
tergerus oleh laju arus globalisasi dan modernisasi yang tak terbendung lagi.
Disebut-sebut dunia pendidikan adalah sebagai benteng terakhir yang mampu
menahan derasnya terjangan dekadensi moral yang melanda bangsa ini. Tidak dapat
dipungkiri lagi, dunia pendidikan saat ini hanya mengedepankan penguasaan aspek
keilmuan dan kecerdasan anak. Adapun pembentukan karakter dan nilai-nilai
budaya bangsa di dalam diri siswa semakin terpinggirkan.
Pendidikan
karakter sesungguhnya memiliki intensitas yang sangat besar dalam membangun
anak bangsa. Dan semestinya Pendidikan Karakter termasuk dalam materi yang
harus dipelajari dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam
kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dunia pendidikan dalam hal ini sangat
diharapkan menjadi pengendali untuk mengedukasi bangsa kita sehingga manusia
Indonesia lebih berkarakter dan bermartabat serta mulia.
2. Rumusan Masalah
A. Apa makna dari
Pendidikan Karakter ?
B. Apa penyebab
dari rusaknya Karakter ?
C. Bagaimana cara
mengatasi berbagai permasalahan yang menyangkut rusaknya Karakter di Kalangan
Remaja ?
3. Tujuan
Penelitian.
Penelitian
ini bertujuan, untuk:
a.
Mengembangkan watak atau tabiatnya secara konsisten dalam
mengambil keputusan budi pekerti di tengah-tengah rumitnya kehidupan
bermasyarakat ini.
b.
Mampu menggunakan pengalaman budi pekerti yang baik bagi
pembentukan kesadaran dan pola perilaku yang berguna dan bertanggung jawab atas
tindakannya.
4. Metode
Penelitian.
Metode
yang kami gunakan adalah :
a.
.Deskriptif
b.
Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di
internet dan buku-buku panduan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Pendidikan Karakter
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran
agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Karakter
Bisa disebut juga (Karakteristik). Untuk menunjukan ekstitensi dirinya manusia
pasti mempunyai ciri khas karakter sendiri-sendiri.
Adapun
Pendidikan Karakter menurut sumber referensi dan para ahli sebagai berikut.
A. Pendidikan Karakter Menurut Lickona
Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan
sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa.
Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini
definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona
menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang
disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan,
dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
B. Pendidikan Karakter Menurut
Suyanto
Suyanto (2009) mendefinisikan karakter
sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu
untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa,
maupun negara.
C. Pendidikan Karakter Menurut
Kamus Psikologi
Menurut kamus psikologi,
karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya
kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif
tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).
Dari uraian
diatas dapat ditarik kesimpulan, Pendidikan Karakter adalah Usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik mengerti, menerapkan, dan mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki ciri khas yang dapat diterapkan dalam lingkup keluarga, masyarakat,
bangsa, maupun Negara.
2.
Penyebab Rusaknya Pendidikan Karakter
Rusaknya Pendidikan Karakter menjadi salah satu penyebab Negara Indonesia
bisa dikatakan belum maju. Rusaknya Pendidikan Karakter disebabkan oleh
berbagai macam hal-hal negatif.
Teknologi,
mungkin adalah suatu contoh dari berbagai macam hal yang merusak
pendidikan karakter bangsa di Indonesia utamanya di kalangan remaja contohya
saja banyak sekali remja yang meggunakan perlatan teknologi untuk hal – hal
yang negatif misalnya yang lagi marak sekarang ini adalah trafficking melalui
facebook, twitter, dan jejaring sosial lainnya.
Selain itu,
ada 3 penyebab utama rusaknya karakter bangsa, yaitu:
1.
Pengaruh
Budaya Luar
2.
Hal ini memang
tidak dapat dipungkiri akan akibatnya. Banyak sekali budaya luar yang sudah
masuk ke Indonesia dan mungkin sudah menjadi budaya di kalangan remaja, akan
tetapi hal tersebut belum tentu sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang
mayoritas masyarakatnya beragama Islam.
2 . Minimnya
Pengetahuan Agama
Nah, inilah
yang paling penting yang harus kita tanamkan pada diri kita masing-masing.
Karena apa, Agama merupakan tuntunan dasar supaya kita tidak salah dalam
melakukan setiap tindakan. Jika agama sudah kuat, yakinlah kejahatan di
Indonesia akan dapat diminimalisir. Contohnya saja, jika pejabat negeri ini
memiliki agama yang baik, maka tidak mungkin mereka berani memakan uang rakyat
(korupsi). Akan tetapi sebaliknya, jika agama sudah tidak diperdulikan, maka
tunggulah kerusakan negara tersebut.
3 . Salahnya
Sistem Pendidikan
Terjadinya kerusakan moral
dikalangan pelajar dan generasi muda sebagaimana disebutkan diatas, karena
tidak efektifnya keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pembinaan moral. Bahkan
ketiga lembaga tersebut satu dan lainnya saling bertolak belakang, tidak
seirama, dan tidak kondusif bagi pembinaan moral.
3.
Cara Mengatasi Kerusakan Karakter Pada Diri Remaja
Kerusakan
karakter bangsa tentu tidak boleh kita biarkan terus berlangsung, harus ada
upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Menurut Penulis ada beberapa hal yang
harus kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut, di antaranya adalah:
1. Memperkokoh
keimanan atau akidah kepada Allah SWT dengan jalan memberikan pengetahuan
agama, baik yang dilakukan di rumah, kampus dan masyarakat, sehingga
selalu terikat dan mau menyesuaikan diri dengan ketentuan Allah SWT.
2. Menanamkan
perasaan dekat kepada Allah SWT, sehingga di mana pun kita berada, ke manapun
kita pergi dan bagaimanapun situasi dan kondisinya kita akan selalu merasa diawasi
oleh Allah SWT. Dengan hal demikian, maka akan membuat diri kita tidak berani
menyimpang dari jalan-Nya.
3. Mewujudkan
lingkungan yang religius, baik melalui bahan bacaan, tontonan maupun lingkungan
pergaulan, sehingga pengaruh dari lingkungan tersebut akan membuat manusia
terbentuk menjadi orang yang memiliki kepribadian yang religius.
4. Menumbuhkan
tanggung jawab pengembangan amanah dakwah dengan terus berusaha untuk menjadi
yang terbaik dalam bersikap dan berperilaku dalam berbagai sisi kehidupan
berkeluarga, bermasyarakat dan berbangsa.
Dalam
mengatasi kerusakan karakter pada diri manusia diperlukan perhatian yang sangat
serius dari pendidik-pendidik di dalam keluarga, di sekolah, maupun di ruang
lingkup masyarakat. Jika peran-peran berjalan dengan baik, maka akan terbentuk
karakter-karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
BAB
III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang kami lakukan dapat
ditarik kesimpulan :
Pendidikan Karakter di Indonesia belum berada pada
tahap maju. Sehingga perlu diadakan perbaikan-perbaikan sistem pendidikan oleh
pemerintah dalam memajukan Pendidikan Karakter anak bangsa di Indonesia.
Keluarga, sekolah, dan masyarakat pun juga memiliki tanggung jawab dalam
memajukan karakter anak bangsa. Dan juga, kurangnya rasa kepedulian warga
terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat.
2.
Saran
Pendidikan Karakter bisa dimasukkan dalam kurikulum
pendidikan agar siswa dapat memahami dan merealisasikannya dalam kehidupan
bermasyarakat. Pendidikan Karakter tak hanya menjadi tugas guru pelajaran agama
ataupun Pkn, tetapi juga seluruh guru. Bukan hanya di lingkup sekolah,
pendidikan karakter harus dipikul pula oleh masyarakat secara luas. Keluarga
sebagai unit terkecil dalam masyarakat pun memanggul tugas memberikan
pendidikan karakter terhadap anak pada fase paling awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar