KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA
Tugas Mandiri
Mata Pelajaran:
B.Indonesia
Disusun Oleh:
Nama: Gina
Nur Tazkia
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, Puja dan Puji hanya layak tercurahkan
kepada Allah SWT. , karena atas limpahan karunia-Nya. Shalawat serta salam
semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam.
Manusia istimewa yang seluruh perilakunya layak untuk diteladani, yang seluruh
ucapannya adalah kebenaran, yang seluruh getar hatinya kebaikan. Sehingga Penulis
dapat menyelesaikan tugas mandiri ini tepat pada waktunya.
Penulis sangat tertarik untuk mengajukan Judul :
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA.
Banyak kesulitan dan hambatan yang Penulis hadapi
dalam membuat tugas mandiri ini tapi dengan semangat dan kegigihan serta
arahan, bimbingan dari berbagai pihak sehingga Penulis mampu menyelesaikan
tugas mandiri ini dengan baik, oleh karena itu pada kesempatan ini, Penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
·
Perempuan istimewa mamah dan ayah yang selalu menjadi
inspirasiku, serta mencurahkan kasih sayang tanpa pamrih.
·
Bapak asep sebagai guru b.indonesia. semoga ilmunya
berkah dan menjadi aliran amal hingga kelak nanti.
·
Teman-teman kelas IX yang telah memberikan
motivasinya.
Saya menyimpulkan bahwa tugas mandiri ini belum sempurna, oleh karena itu
saya menerima saran dan kritik, guna kesempurnaan tugas mandiri ini dan
bermanfaat bagi saya dan pembaca pada umumnya.
Subang, Februari 2014
Gina Nur Tazkia
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………… iv
BAB I
PENDAHULUAN……………………………………………………………..
1
1. Latar
Belakang………………………………………………………………… 1
2.
Rumusan Masalah…………………………………………………………… 2
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………. 3
- Pengertian Perkembangan Sosial……………………………………………….. 3
2.
Ciri Perkembangan
Sosial……………………………………………………………. 3
3.
Penyesuaian Karakteristik
Sosial Remaja……………………………………. 4
4.
Transisi Sosial……………………………………………………………………………… 5
5. Factor-Faktor
Yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial………
5
BAB V KESIMPULAN DAN
SARAN………………………………………………… 8
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………… 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Peserta didik adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial,
ia membutuhkan orang lain untuk dapat tumbuh kembang menjadi manusia yang utuh.
Dalam perkembangannya, pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena
interaksi dan saling berpengaruh antar sesama peserta didik maupun dengan
proses sosialisasi. Dengan mempelajari perkembangan hubungan sosial diharapkan
dapat memahami pengertian dan proses sosialisasi peserta didik.
Pada awal manusia dilahirkan belum bersifat sosial, dalam
arti belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang
lain sebagai individu yang unik. Baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat,
nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk bersosialisasi lebih
akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan masyarakat baik melalui
persahabatan atau percintaan. Pada masa ini berkembangan sikap cenderung
menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, keinginan
orang lain. Ada lingkungan sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap
dan perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan misalnya: taat beribadah,
berbudi pekerti luhur, dan lain-lain. Tapi ada juga beberapa remaja yang
terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman sebayanya, seperti :
mencuri, pergaulan bebas, narkotik, miras, dan lain-lain. Remaja diharapkan
memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk mereaksi
secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi baik di lingkungan
keluarga, sekolah dan masyarakat.
Oleh karena itu, saya ingin membuat makalah dengan judul :
“Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja”.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penyususn
merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
1.
Apa yang dimaksud dengan
perkembangan sosial ?
2.
Apa saja ciri-ciri
perkembangan sosial remaja ?
3.
Apa saja ruang lingkup
perkembangan karakteristik soaial remaja ?
4.
Bagaimana transisi sosial
remaja ?
5. Apa
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial ?
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial adalah kemajuan yang progresif
melalui kegiatan yang terarah dari individu dalam pemahaman atas warisan
sosial dan formasi pola tingkah lakunya yang luwes. Hal itu
disebabkan oleh adanya kesesuaian yang layak antara dirinya dengan warisan
sosial itu.
Menurut Elizabeth B. Hurlock, perkembangan sosial adalah
kemampuan seseorang dalam bersikap atau tata cara perilakunya dalam
berinteraksi dengan unsur sosialisasi di masyarakat.
Jadi, dapat diartikan bahwa perkembangan sosial akan
menekankan perhatiannya kepada pertumbuhan yang bersifat progresif. Seorang
individu yang lebih besar tidak bersifat statis dalam pergaulannya, karena
dirangsang oleh lingkungan sosial, adat istiadat, kebiasaan – kebiasaan kelompok
dimana ia sebagai salah satu anggota kelompoknya.
B. Ciri Perkembangan Sosial Remaja
·
Berkembangnya
kemampuan memahami orang lain.
·
Pemilihan
persahabatan dengan kualitas psikologisyang relative sama dengan dirinya.
·
Berkembangnya
sikap kecenderungan untuk menyerah atau mengikuti pendapat, nilai, kebiasaan,
kegemaran, atau keinginan sebaya.
·
Memilki
kemampuan merekasi yang tepat terhadap realitas sosial.
C. Penyesuaian Karakteristik Sosial Remaja
Remaja yang dalam masa mencari dan ingin menentukan jati dirinya
memiliki sikap yang terlalu tinggi menilai dirinya atau sebaliknya. Mereka
belum memahami benar tentang norma-norma sosial yang berlaku di dalam kehidupan
bermasyarakat. Keduanya dapat menimbulkan hubungan sosial yang kurang serasi,
karena mereka sukar untuk menerima norma sesuai dengan kondisi dalam kelompok
atau masyarakat. Sikap menentang dan sikap canggung dalam pergaulan akan
merugikan kedua belah pihak. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya
pengembangan hubungan sosial remaja diantaranya :
·
Lingkungan keluarga
o
Menjalin
hubungan yang baik dengan anggota keluarga.
o
Menerima
otoritas orang tua.
o
Bertanggung
jawab norma-norma yang berlaku dikeluarga.
o
Berusaha
untuk membantu anggota keluarga, sebagai individu maupun kelompok dalam
mencapai tujuanya.
·
Lingkungan
sekolah
o
Menghormati
dan menerima peraturan sekolah.
o
Berpatisipasi
dalam kegiatan sekolah.
o
Bersosialisasi
dengan lingkungan sekolah.
·
lingkungan
masyarakat
o
Menghormati
hak-hak orang lain.
o
Bersosialisasi
dengan lingkungan masyarakat.
o
Bersimpati
dan empatiterhadap kesejahteraan orang lain.
o
Menghormati
nilai-nilai, hukum, tradisi dan kebijakan yang berlaku dimasyarakat.
D. Transisi Sosial
Santrock (2003: 24) mengungkapkan bahwa pada transisi sosial
remaja mengalami perubahan dalam hubungan individu dengan manusia lain yaitu
dalam emosi, dalam kepribadian, dan dalam peran dari konteks sosial dalam
perkembangan. Membantah orang tua, serangan agresif terhadap teman sebaya,
perkembangan sikap asertif, kebahagiaan remaja dalam peristiwa tertentu serta
peran gender dalam masyarakat merefleksikan peran proses sosial-emosional dalam
perkembangan remaja. John Flavell (dalam Santrock, 2003: 125) juga menyebutkan
bahwa kemampuan remaja untuk memantau kognisi sosial mereka secara efektif
merupakan petunjuk penting mengenai adanya kematangan dan kompetensi sosial
mereka.
E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa factor
yaitu: keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan,
dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.
a. Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan
pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan
sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang
kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan
keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku
kehidupan anak.
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian
anak lebih banyak lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh
keluarga.
b. Kematangan Anak
Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk
mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang
lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu,
kemampuan berbahasa ikut pula menentukan.
Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik
diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu
menjalankan fungsinya dengan baik.
c.
Status Sosial Ekonomi
Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status
kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan
memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang
dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak siapa”. Secara
tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan kelompoknya dan
memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya.
Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak
memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya.
Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga”
status sosial dan ekonomi keluarganya. Dalam hal tertentu, maksud “menjaga
status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam
pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu
anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk
kelompok elit dengan normanya sendiri.
d. Pendidikan
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah.
Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan
memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka
di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa
perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan
kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan
kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan (sekolah).
Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada
norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa
(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku
kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
e. Kapasitas Mental, Emosi, dan Intelegensi
Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti
kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan
intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu
kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian
emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan
sosial anak.
Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain
merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah
dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.
KESIMPULAN DAN SARAN
1.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian sebelumnya, saya dapat menyimpulkan
sebagai berikut :
1.
Perkembangan sosial adalah
berkembangnya tingkat hubungan antar manusia berkaitan dengan meningkatnya
kebutuhan manusia.
2.
Perhatian remaja mulai
tertuju pada pergaulan dimasyarakat dan mereka membutuhkan pemahaman tentang
norma kehidupan yang kompleks. Pergaulan remaja banyak diwujudkan dalam bentuk
kehidupan kelompok terutama kelompok sebaya. Perkembangan anak remaja
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : kondisi keluarga, kematangan anak,
status sosial ekonomi keluarga, pendidikan, dan kapasitas mental terutama
intelek dan emosi.
3.
Saran
Sesuai dengan kesimpulan diatas, saya menyarankan setiap
calon peserta didik dapat memahami konsep perkembangan sosial peserta didiknya.
DAFTAR PUSTAKA
“KARAKTERISTIK
PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA”, /karakteristik-perkembangan-sosial-remaja.“KARAKTERISTIK REMAJA"
Penulis Makalah : Gina Nur Tazkia
